Bisnis percetakan merupakan tempat di mana orang bisa pergi untuk mencetak di jenis bahan apapun. Beberapa tempat percetakan hanya mengkhususkan diri pada jenis cetakan tertentu.
Jenis-jenis cetakan tersebut, seputar cetak buku, poster, kartu nama, spanduk, dan sebagainya. Tempat percetakan lainnya ada yang menerima layanan cetak di kaus, mug, suvenir, dan media lainnya. Perkembangan termutakhir, ada layanan percetakan 3D untuk membuat objek tiga dimensi.
Jika kamu masih bertanya-tanya bagaimana prospek bisnis percetakan ke depannya, jangan khawatir! Bisnis ini, baik besar maupun kecil, akan selalu menjadi bisnis yang laris. Ada banyak organisasi dan perusahaan yang tetap butuh bisnis percetakan untuk membuat barang promosi. Misalnya mencetak pada barang-barang seperti kaus, pulpen, buku catatan, map raport dan sebagainya.
1. Survei Pasar Lokal
Langkah pertama memulai bisnis percetakan, yaitu survei terlebih dahulu potensi kebutuhan percetakan di lokasimu. Bisnis percetakan lebih banyak beroperasi di tingkat lokal, meski kamu bisa juga menawarkan jasa cetak secara online.
Jika di tingkat lokal pesaingmu sudah banyak, kamu bisa mempertimbangkan untuk fokus pada penawaran secara online dengan cakupan nasional.
2. Urus Izin Usaha
Bisnis percetakan tentunya membutuhkan ruang yang besar untuk menyimpan mesin dan bahan cetak. Mau tak mau kamu harus menyewa tempat dan mungkin menimbulkan sedikit kegaduhan.
Uruslah izin usaha yang dibutuhkan untuk menjalankan bisnis percetakan milikmu. Konsultasikan kepada pemerintah daerah setempat untuk mengenai apa saja jenis izin usaha yang dibutuhkan.
3. Beli Mesin Cetak dan Peralatan Terkait
Pada awal usaha, kamu mungkin tidak mampu membeli mesin cetak dan peralatan. Membeli mesin cetak memang membutuhkan modal yang besar, tetapi bukan berarti kamu tidak bisa merintis bisnis ini.
Kamu bisa memulai dengan menyewa mesin cetak atau menjalin kerja sama dengan perwakilan mesin cetak di tingkat lokal. Kamu bisa memaksimalkan bisnismu pada jasa desain terlebih dahulu. Untuk yang satu ini, kamu bisa melakukannya di komputer dengan menggunakan software terkait desain, seperti Adobe Photoshop dan Adobe Illustrator.
4. Bangun Portofolio
Kamu bisa mulai menyebarkan kabar mengenai bisnismu dengan menjadi sukarelawan melakukan pekerjaan cetak untuk organisasi amal di daerahmu.
Tawarkan untuk membuat dan mencetak buletin, kartu nama, undangan, dan program acara mereka. Tanyakan apakah kamu dapat menggunakan apa yang telah kamu buat sebagai portofolio. Sambil mengembangkan jaringan, upaya ini akan memberikanmu pengalaman dan sesuatu yang bisa ditunjukkan kepada klien potensial.
5. Promosikan Bisnismu
Keuntungan memiliki bisnis percetakan, kamu bisa membuat dan mencetak materi promosi untuk bisnismu sendiri. Cetaklah kartu nama, buletin, brosur, dan pamflet bisnismu. Gunakan ini untuk mempromosikan bisnis percetakan yang kamu rintis.
Bagikan materi promosi ini kepada teman dan kerabat, pada perkantoran dan gedung organisasi lainnya pula. Selain membuat materi promosi cetak, buat pula materi promosi online yang bisa kamu bagikan di media sosial, bahkan di situs web bisnismu.