Membandingkan Salah dan Coutinho

Sepak bola menjadi olahraga yang paling diminati masyarakat dunia. Bukan saja diminati dari satu kalangan masyarakat, namun hampir segala kalangan suka perlombaan si kulit bundar ini. Laki-laki, perempuan, buah hati-si kecil, pedagang asongan, sampai presiden menyukai sepak bola. Tercatat penggemar sepak bola sekitar 3,5 miliar orang atau hampir separuh jumlah penduduk dunia menyukainya[1]. Kecuali sebab lapangan perlombaan yang luas, yang memungkinkan jumlah penonton yang banyak, namun juga makna filosofis sepak bola yang bisa diterima banyak orang.

Tribes terkenal dengan kata mualaf? Ya, mualaf adalah sebutan bagi orang-orang yang non-muslim yang berpindah keyakinan untuk masuk agama Islam. Diinfokan dari Wikipedia, ada tiga alasan utama kenapa seseorang menjadi mualaf. Yang pertama yakni karena pernikahan, yang kedua ialah sebab belajar di lingkungan yang akademis, serta yang ketiga ialah karena menerima hidayah segera seperti mimpi atau sebagainya.

Striker klub sepak bola Italia Fiorentina Mohamed dilaporkan telah banyak memberikan bantuan bagi Muslim Italia. http://indobola247.com/ Salah pernah memberi bantuan senilai (60 ribu Euro bagi umat Muslim Florence di kawasan Tuscany. Salah menawarkan bantuan untuk membetuli masjid di provinsi Barat Italia ini.

Nyanyian ini sendiri beritanya dihasilkan setelah Kopites mengenal kultur Salah untuk pergi ke masjid pasca-laga. Hal ini memperoleh apresiasi dari Football Against Racism in Europe (FARE), sebuah badan non-profit yang bertujuan untuk membasmi diskriminasi di sepak bola.

Liverpudlian yang mana sebutan dari golongan sporter fanatik klub sepak bola Liverpool kembali membuat kejutan. Lagu ini mereka bakal mengikuti agama dari salah seorang pemain bernama Mohamed Salah.

Salah, pemain Mesir yang pindah ke Fiorentina dari klub Inggris Chelsea, telah menjadi bintang besar di Liga Italia sesudah mencetak 9 gol dalam 12 lomba terakhir sejak Februari hingga April 2015, Worldbulletin melaporkan.

Nama Mohamed Salah tengah menjadi buah bibir yang tapil gemilang di musim ini dengan menjadi mesin gol untuk Liverpool.

Pemain yang kerap sujud syukur sesudah mewujudkan gol ini juga banyak disambut oleh kelompok sosial Muslim. Salah berupaya memperlihatkan citra Islam yang hakekatnya dan jauh dari citra ‘teroris’ yang sering kali diperkenalkan oleh media.

Setelah pertandingan, salah seorang Liverpudlian mewujudkan sebuah lagu khusu yang dialamatkan untuk Mohamed Salah. tersebut terinspirasi dari nyanyian berjudul Sit Down milik penyanyi Inggris, James yang hanya diubah liriknya saja.

Banyaknya penggemar sepak bola membikin olahraga ini menjadi bisnis yang sungguh-sungguh menjanjikan. Klub-klub besar tidak segan memberikan gaji selangit untuk pemain yang dapat memberikan prestasi gemilang untuk klub. Klub-klub tersebut malahan berani jor-joran membuat akademi sepak bola terbaik untuk mendapatkan benih-benih pemain yang nantinya menjadi idola bagi para penggemar.

Nah, di Liverpool sana, sepertinya penyebab utama orang menjadi mualaf ialah kehadiran seorang pesepak bola asal Mesir. Ya, benar, kehadiran penyerang sayap lincah bernama Mohamed Salah sepertinya sanggup membikin banyak orang di Liverpool, terutamanya pensupport The Reds, masuk Islam!

Uniknya dari salah satu bait dari nyanyian hal yang demikian kalau para fans akan berbondong-bondong masuk agama Islam seandainya Mohamed Salah terus mencetak gol sampai akhir musim.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *